Barcelona Harus Mencari Pemain Baru Gantikan Masa Depan Lionel Messi

Kabar datang dari klub besar Barcelona dimana terkait masalah kontrak sang mega bintang Lionel Messi yang bakal habis pada tahun depan 2021, dimana pihak klub belum memberikan kabar untuk melanjutkan kontrak baru kepada pemain asal Argentina tersebut mengingat usianya yang sudah memasuki 33 tahun itu sepertinya sudah waktunya untuk Barca mencari pemain baru yang bisa menggantikan posisinya sebagai gelandang dan penyerang hebat selama membela tim Catalan tersebut. Messi yang sudah mencetak 630 gol dan 273 assist selama berseragam Barcelona itu kemungkinan bakal dijual soalnya mereka tidak ingin klub lain bisa mendapatkannya secara gratis pada musim panas mendatang.

1. Paulo Dybala
Merupakan pemain sesama asal Argentina itu punya potensi besar untuk menggantikan posisi Messi dimana pemain ini memainkan posisi sama dimana bisa menepatkannya sebagai gelandang dan penyerang. Dybala sendiri sekarang memang masih membela Juventus apalagi akan menjuarai gelar Serie A pada musim ini, tentunya pengalaman baru dalam karier sepakbolanya bisa berlanjut kepada klub La Liga pada musim depan soalnya saat kehadiran Ronaldo dirinya sempat tidak mendapatkan tempat utama yang membuat dirinya memutuskan untuk pindah agar bisa memainkan jam bermain lebih.

2. Neymar
Merupakan pemain asal Brasil ini sedang kabar ingin kembali ke Barcelona dimana sudah tidak betah bersama PSG. Pihak klub akan melepaskannya dengan harga tinggi membuat Barca tidak punya pilihan lain soalnya mereka membutuhkan sosok pemain yang mampu mengembalikan kejayaan Barca apalagi dirinya bisa bermain dengan Messi dan Suarez beberapa tahun lagi,agar bisa menguasai kembali sebagai sosok tiga penyerang paling mematikan didunia sepakbola musim depan.

3. Lautaro Martinez
Merupakan pemain yang menjadi target Barcelona sudah lama,dipercaya mampu menjadikan penerus Suarez akan tetapi jika Messi tidak bermain maka dirinya bisa diberikan posisi sebagai membantu penyerangan. Pemain ini memang sangat berkembang saat masih bersama Inter Milan,karena Conte yang melatihnya dengan sangat kerja keras mampu mengubahnya sebagai pemain masa depan yang bagus untuk membantu Barcelona lebih baik.

Di Barcelona Adalah Lionel Messi Bukan Manajer

“Tidak dalam mimpi terliar saya bisa membayangkan menjadi pelatih Barcelona,” kata Quique Setien setelah klub menunjuknya pekan lalu, mengakhiri babak yang bergejolak di bawah bos sebelumnya, Ernesto Valverde. “Aku tidak pernah mengira Barcelona akan memilihku.”

Kebanyakan orang juga tidak. Mantan pelatih Betis yang berusia 61 tahun adalah pengikut setia Johan Cruyff, ayah dari sepakbola Barcelona, ​​tetapi ia menganggur dengan karier kepelatihan yang biasa-biasa saja ketika klub mengetuknya untuk menggantikan Valverde yang dipecat. Namun justru karir kepelatihanan Setien yang sederhana yang menarik bagi Barca, dan hal yang sama diterapkan pada pilihan pertama klub, Xavi, yang menolaknya.

Xavi adalah pemain hebat yang pengalaman melatihnya sampai saat ini berjumlah beberapa bulan dengan Al Sadd di Qatar. Baru-baru ini saya menyadari ketika melaporkan sebuah buku yang sedang saya tulis tentang cara kerja Barcelona: Hal terakhir yang diinginkan klub ini adalah pelatih nama besar. Hampir di mana-mana dalam sepakbola, peran pelatih menyusut dan tidak ada tempat lain di Camp Nou.

Terakhir kali Barca memilih seseorang yang merupakan pelatih pada saat pengangkatannya adalah pada tahun 2002, ketika Louis van Gaal secara singkat kembali ke klub. Setelah kegagalannya, Barcelona memutuskan untuk membalik pembuatan keputusannya. Alih-alih mempekerjakan seorang pelatih dan membiarkannya memutuskan jenis sepak bola yang akan dimainkan, klub akan memutuskan jenis sepak bola apa yang akan dimainkan dan mencari pelatih untuk ikut serta dengannya.

Sepak bola seperti apa yang tampak jelas: gaya Belanda yang cepat berlalu, menyerang, dan menekan, diperkenalkan oleh Cruyff selama bertahun-tahun sebagai pelatih klub dari tahun 1988 hingga ’96. Pada tahun 2003, presiden baru Barca, Joan Oliver, bertanya kepada Cruyff pelatih mana yang dapat mengembalikan sepakbola itu. Cruyff merekomendasikan rekannya sesama Belanda Frank Rijkaard, yang baru saja diturunkan dari Eredivisie Belanda bersama Sparta Rotterdam. Rijkaard datang ke Barcelona dan memenangkan Liga Champions pada 2006.

Ketika Rijkaard pergi pada 2008, Barca hampir menunjuk pelatih nama besar, ketika pejabat klub terbang ke Lisbon untuk mewawancarai Jose Mourinho. Mempekerjakannya sepertinya pilihan yang jelas, tetapi Barca tidak. Permainan defensif Mourinho adalah kebalikan dari Cruyffian, dan kepribadian publiknya yang kasar adalah kebalikan dari “rasa hormat” yang ingin diproyeksikan oleh klub. Sebagai gantinya, Barca menunjuk pelatih tanpa nama di Josep Guardiola yang berusia 37 tahun, yang, meskipun mantan pemain untuk klub, pada saat itu hanya mengelola satu tim, Barca B. Guardiola dengan cepat menjadi nama terbesar. Pelatih sepak bola, tetapi setelah ia pergi pada 2012, ia digantikan oleh serangkaian nama “lebih rendah”. Yang pertama adalah asisten Guardiola, Tito Vilanova, dan setelah dia mengundurkan diri, Gerardo Daniel ‘Tata’ Martino dari Argentina yang tidak jelas datang, diikuti oleh Luis Enrique yang tidak berpengalaman, Valverde dan, akhirnya, Setién.

Singkatnya, Barcelona merekrut pelatih tanpa nama. Di klub ini, pelatih bukanlah bos. Dia tidak menentukan bagaimana tim bermain. Sebaliknya, sekarang gaya rumah Cruyffian memudar di dalam Barca, gaya permainan tim sebagian besar ditentukan oleh para pemain, khususnya oleh Lionel Messi.

Solskjaer : Barcelona adalah Tim denga Level Tertinggi

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solksjaer mengatakan bahawa dirinya dan Setan Merah masih butuh banyak persiapan dan pekerjaan yang harus di lakukan dalam menyambut laga melawan Barcelona. Sebab, menurut Solksjaer Barelona adalah sebuah tim yang masuk pada level tertinggi atau tim yang luar biasa.

Manchester United dijadwalkan melawan Barcelona pada babak perempat final Liga Champions. Pertandingan leg pertama akan di adakan pada hari Kamis, 11 April dini hari di Old Trafford. Sedangkan, di leg kedu akan di gelar pada 17 April mendatang di markas Barcelona yaitu Camp Nou.

Seminggu sebelum leg pertama Liga Champions, Setan Merah sedan dalam performa buruk. United harus rela kalah di tiga pertandingan dari empat pertandingan terakhirnya. Tentu saja, ini bukan motivasi yang bagus buat Paul Pogba dan rekan setimnya.

Untungnya, Solksjaer menyadari bahawa performa tim yang diasuhnya sedang tidak bagus. Oleh karena itu, dilakukan pembenaha segera dalam beberapa aspek. Pembenahan ini cukup krusial karena lawan berikutnya yang dihadapi adalah Barcelona.

Solsjaer pun menambahkan akan memakan satu dua hari untuk melakukan analisis dan pemulihan tim dan berjanji akan membuat United menjadi tantangan yang fantastis untuk Barcelona.

Untuk susunan tim Setan Merah sendiri tidak banyaklah berubah, karena menurut dia susunan dan peluang yang tercipta sudah sangat lah bagus. Tetapi karena bola itu bulat, maka jika terjadi kesalahan itu tidak bisa di pungkiri.